Senin, 27 Februari 2012

Senin, 20 Februari 2012

Jadwal Ujian Nasional 2012

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasionaltahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.
Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. Beliau menuturkan, ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel :
Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.
Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.
Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya. Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya.
Keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.
Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).
Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.
Ujian Nasional untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.
Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.
Ujian Nasional (UN) SMA/MA dan SMK untuk tahun ajaran 2011/2012 ditetapkan 16-19 April. Sementara itu, ujian untuk SMP/MTs diselenggarakan 23-26 April dan untuk SD pada 7-9 Mei.
Hal tersebut disampaikan anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kementerian dan Kebudayaan RI Prof Dr H Mungin Eddy Wibowo MPd Kons saat memberikan materi dalam Sosialisasi Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2011/2012 Jateng di Hotel Wahid Salatiga, Jumat (30/12). Kegiatan dihadiri para Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jateng.
Mungin mengatakan, tak kurang dari 1,4 juta siswa di Jateng akan mengikuti UN, baik dari tingkat SD, SMP maupun SMA. Kemudian sesuai dengan jadwal, sekolah mengumumkan kelulusan peserta didik berdasarkan rapat Dewan Guru pada 26 Mei untak SMA sederajat, 2 Juni (SMP), dan 14 Juni (SD).
“Secara garis besar, materi UN masih sama dengan tahun ajaran 2010/2011. Meski begitu, kami perlu menyosialisasi sejak dini agar pelaksanaan UN nanti bisa lebih lancar,” katanya.
Bisa Mengulang
Lebih lanjut Mungkin menuturkan, peserta didik yang pada UN lalu tidak lulus, masih diberi kesempatan pada UN tahun depan. Sementara peserta didik yang tidak lulus UN di sekolah Madarasah tetapi mengikuti program paket, maka tidak diperbolehkan mengikuti UN tahun depan.
“Peserta didik yang tidak lulus UN sebelumnya, pada UN tahun 2012 harus mengikuti seluruh mata pelajaran yang diujikan. Hitung-hitung perbaikan, jadi nilai yang terbaik nanti yang akan dipakai,” urainya.
Menurut pria yang berdomisili di Sampangan Gajahmungkur Semarang ini, UN diselenggarakan dengan tujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hasil UN nantinya digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program atau satuan pendidikan, penentuan kelulusan peserta didik, dasar seleksi untuk jenjang pendidikan berikut, dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Adapun kriteria lulus dalam satuan pendidikan, menurut Mungin, adalah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir dari seluruh mata pelajaran, dan lulus UN.

Jadwal Ujian Nasional 2012

Jadwal Ujian Nasional 2011/2012 untuk Tingkat SMA/MA
Jadwal Ujian Nasional 2011/2012 untuk Tingkat SMK
Jadwal Ujian Nasional 2011/2012 untuk Tingkat SMP/Mts
Silakan Anda boleh mendownload Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional (POS UN) tahun 2011/2012 yang diterbitkan oleh BSNP di alamat berikut ini
Pengawasan Ujian Nasional Tahun 2012
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyatakan, akan tetap melibatkan pengawas dari perguruan tinggi (PT) dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012. Hal itu dikatakan salah satu anggota BSNP Jamaris Jamna, Kamis (29/12/2011), di Padang, Sumatera Barat.
“Untuk menjamin kualitas UN 2012, khususnya soal kejujuran, kita tetap melibatkan perguruan tinggi bersama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai pengawas satuan pendidikan UN,” kata Jamaris.
Ia mengatakan, PT dan LPMP bersama dinas pendidikan akan memantau serta mengawasi secara langsung pelaksanaan UN 2012 di setiap sekolah penyelenggara. Pengawasan ini dilakukan tidak hanya ketika ujian, tetapi juga saat pendistribusian soal agar tidak terjadi kebocoran sebelum ujian dilaksanakan.
Untuk UN 2012, kata dia, pengawas dari PT diberi kewenangan lebih dalam soal pengawasan. Pengawas dari PT diizinkan masuk ke ruangan ujian untuk memastikan UN berjalan dengan jujur. Selain itu, pengawas diberi kewenangan untuk menentukan lanjut atau tidaknya UN pada satu sekolah, jika ditemukan indikasi pelanggaran atau kecurangan.
Adapun, untuk pengawas ruangan pada UN 2012 diamanahkan kepada guru sekolah yang berkompeten. Guru dituntut bekerja dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sumbar tidak menargetkan hasil apa pun pada UN 2012.
“Tidak ada target apa pun yang direncanakan dalam pelaksanaan UN tahun 2012,” kata Kepala Disdikpora Sumatera Barat Syamsulrizal.
Disdikpora menekankan kepada semua sekolah di Sumbar untuk lebih bekerja keras agar mencapai hasil terbaik. Syamsulrizal mengatakan, salah satu usaha dalam rangka persiapan UN 2012, Disdikpora telah melakukan pra ujian nasional di sekolah yang anggarannya mencapai Rp 4 miliar.
“Hasil pra UN dijadikan tolok ukur sampai dimana sekolah bisa menilai kemampuan siswanya terkait UN 2012,” katanya.

Minggu, 19 Februari 2012

SMK BISA !!!


SMK Bisa


Sudah lama rasanya mau menulis tentang pendidikan satu ini. Tapi sedikit terlupa karena pikiran yang ada dimana-mana. Untung acara pembukaan Program Kecakapan Hidup di kantor beberapa waktu lalu yang dibuka secara langsung oleh Kadis Diknas Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan saya akan menyeruhkan SMK bisa.

Ya, benar sekali SMK Bisa, bisa merubah jumlah pengangguran yang ada. Saya menulis ini bukan berarti karena saya lulusan SMK, tapi memang benar kenyataan adanya SMK banyak membantu dunia usaha dan industri berkecimpung. Kita lihat ASTRA, saat ini teman-teman saya kemarin sudah banyak ditampung di perusahaan mobil terbesar ini.

Bahkan pemerintah pun mempunyai program untuk menambah lagi jumlah SMK serta membalikkan hasil di lapangan yang jumlah lulusan SMA lebih banyak ketimbang SMA yaitu 70:30. Bayangkan berapa banyak jumlah pengangguran apabila dari jumlah lulusan SMA tersebut tidak kuliah. Tapi dengan lulusan SMK jika mereka belum bisa diterima di DUDI paling tidak mereka sudah ada modal kewirausahaan yang sangat ditanamkan bagi lulusan SMK, serta yang pastinya skil yang mumpuni.

Untuk itulah saya sangat menghimbau kepada saudara-saudara, yang punya adik, anak, keponakan atau sapa saja orang terdekat agar lebih menyarankan masuk SMK ketimbang SMA. Ya, terus terang semangat saya masuk SMK kemarin karena saya mendengar banyak juga pejabat yang berhasil karena SMK, Direktur ASTRA, Tanri Abeng, Tantowi Yahya , Tolha Hasan, dan beberapa pejabat lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Jadi jangan pernah anggap remeh alumni SMK, bahkan dudi pernah mengakui anak SMK banyak yang lebih hebat ketimbang yang lulusan sarjana.

SMK BISA!!!

Jumat, 17 Februari 2012

Mengapa memilih SMK ?


Pertanyaan diatas mungkin muncul karena kebanyakan orang memilih sekolah menengah kejuruan, sebenarnya apa sih kelebihan SMK dibandingkan dengan SMA? kita harus berpikir cerdas dalam menentukan masa depan kemana arah yang akan kita capai dalam meraih cita-cita.
Seperti yang sudah kita ketahui ada 2 alternatif yang bisa dipilih setelah kita lulus dari SMP yaitu Sekolah Menengah Umum (SMA)dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dua Jenis sekolah diatas memiliki perbedaan yang signifikan jika kita melihat secara lebih seksama. anak-anak pada umumnya lebih bangga memilih meneruskan ke SMU daripada ke SMK. Hal tersebut timbul karena mereka menganggap bahwa masuk SMU itu lebih bergengsi daripada masuk SMK. Seiring berjalannya waktu, anggapan SMU lebih bergengsi daripada SMU mulai memudar. Hal tersebut timbul karena jika lulusan SMU tidak melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi maka mereka tidak memiliki skill yang menyokong mereka untuk terjun ke bursa kerja.
Berbeda halnya dengan lulusan SMK, para siswa lulusan SMK relatif lebih mudah bekerja karena sejak awal masuk sekolah mereka telah dibekali Skill yang menunjang mereka untuk terjun ke dunia usaha. Mereka telah dibekali Skill yang menunjang mereka untuk bekerja di suatu perusahaan ataupun Ber-Wirausaha.

Dengan modal tersebut siswa lulusan SMK lebih produktif dibandingkan dengan lulusan SMU. Selain lulusannya siap bekerja, siswa lulusan SMK juga masih memiliki peluang terbuka untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi.

berikut adalah kelebihan SMK dibandingkan dengan SMU :
  • Siswa memiliki Skill yang bermanfaat untuk dunia kerja
  • Membina dan mengembangkan bakat siswa dalam suatu program keahlian
  • Mencetak Lulusan yang Siap Guna
  • Siswa memiliki kemampuan ber-Wirausaha
  • Mengurangi Pengangguran

apa itu Jurusan TKJ ?


Jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) adalah suatu jurusan yang terdapat di SMK/STM yang mempelajari seluk-beluk dunia komputer dan jaringan komputer, mulai dari cara instalasi SO (Sistem Operasi), menangani masalah pada PC, memperbaiki PC, membuat jaringan LAN atau yang lainnya, membuat WEB, dan masih banyak lagi.

Sekarang ini jurusan TKJ merupakan jurusan yang sangat populer/banyak peminatnya, meskipun banyak sekali saingan dari jurusan TKJ yaitu jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), jurusan Multimedia, dan lain-lain.

Jurusan TKJ sangatlah mudah untuk dipelajari hanya modal kemauan untuk belajar dan belajar. Saya juga dulu tidak tahu apa itu TKJ, tapi setelah sekolah di jurusan ini saya jadi banyak tahu mengenai bagaimana memperbaiki PC, menginstalasi Jaringan LAN maupun yang lainnya.

Dari segi peluang kerja setelah lulus sangat banyak peluangnya. Mulai dari menjadi teknisi komputer, teknisi jaringan, membuka toko komputer, atau bisa juga membuka warnet sendiri.

Jadi intinya bagi kalian yang akan segera lulus dari SMP masuklah ke SMK dengan jurusan TKJ.

LULUSAN SMK JUGA BISA JADI DOCTOR



Saat tahun ajaran baru, para orang tua sibuk mempersiapkan putra putrinya untuk mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Biasanya orang tua memilih sekolah favorit walau dengan persyaratan nilai akademik yang tinggi dan biaya yang lebih besar tentunya. Hal ini mungkin berlaku untuk orang tua menengah ke atas yang tidak dipusingkan oleh biaya pendidikan dan sarana lainnya yang diperlukan untuk putra putrinya selama menempuh pendidikan.

Dan tengoklah bagaimana potret para orang tua di Desa dengan rata rata ekonomi menengah kebawah yang kebanyakan petani/nelayan dengan kepemilikan lahan sempit atau sebagai buruh tani. Merekapun punya cita-cita tinggi menyekolahkan putra putri mereka, menabung hasil panen dengan harapan generasi berikutnya bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi tidak seperti mereka para orang tua yang rata rata tamatan Sekolah Dasar.

Kebanyakan masyarakat Desa memilih sekolah bukanlah karena  favorit atau tidak favorit akan tetapi lebih karena  terjangkau lokasi dan lebih irit  biaya transportasi.  Dan terkadang dengan alasan anak bisa membantu orang tua selepas sekolah semisal ke sawah atau menyabit rumput.

Beberapa tahun terakhir pemerintah mencanangkan lagi peningkatan sekolah kejuruan dengan menambah jumlah SMK  yang diharapkan lulusannya lebih siap untuk pasar kerja. Upaya ini adalah berdasarkan data banyaknya lulusan SLTA dan sarjana yang menganggur walaupun lulusan SLTA dibekali dengan cakupan bidang ilmu yang lebih  luas akan tetapi terkendala dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. sehingga visi pemerintah untuk mencetak lebih banyak wirausahawan dan meningkatkan  pertumbuhan ekonomi  dan penyerapan tenaga kerja  akan lebih mudah dicapai melalui jenjang SMK .

Kurikulum SMK memang lebih banyak praktek atau ”learning by doing” dan menyesuaikan bidang ilmu dengan potensi Daerah yang bisa dikembangkan. Harapannya akan bermunculan intrepreneur baru, UKM baru, pabrik baru dan membuka lapangan  kerja baru. Juga lulusan SMK pun bisa berkarier di jajaran pemerintahan, birokrat ataupun politikus.

Saya teringat tayangan Tantowi Yahya di televisi dengan ”SMK BISA” dan sosok Agus Mariadi pemenang kuis Milioner yang hanya tamatan STM dan berprofesi sebagai loper koran. Kejadian ini terasa menghentak dan betapa kemampuan seseorang tidak bisa hanya diukur dari tingkat pendidikan atau dari pekerjaan yang dilakoninya.

Setelah menyaksikan  promosi ”SMK BISA” atau tayangan kuis milioner Agus Mariadi tadi apakah dengan serta merta merubah persepsi tentang sekolah di SMK lebih baik dan lebih unggul ?  mungkin diperlukan survey mengenai hal tersebut. Akan tetapi untuk masyarakat kelas ekonomi menengah kebawah bersekolah di SMK merupakan suatu kebanggaan karena mungkin terjangkau biayanya, lokasi lebih dekat dan malah siswanya sudah bangga terlebih dahulu melihat seragam yang dikenakan, semisal SMK kelautan mengenakan  atribut layaknya Angkatan Laut.

Memang tidak ada masalah bagi saya apabila seseorang akan bersekolah di SLTA atau di kejuruan/SMK.Yang menjadi masalah adalah ketika ada orang tua yang menanyakan dan berkeinginan anaknya kelak berpendidikan lebih tinggi, menjadi sarjana, dosen ataupun profesor. Lazimnya di Desa mereka akan bertanya kepada tokoh masyarakat misalnya Kepala Desa, Guru, Penyuluh Pertanian ataupun pegawai lainnya. Dan disinilah masalahnya, tokoh tersebut sebagian besar akan menyarankan lebih baik sekolah ke SLTA apabila ingin kelak menjadi sarjana atau profesi yang dimaksud.

Sebagai orang Desa yang tinggal di Desa, saya rajin mempromosikan keunggulan SMK dan menceritakan berdasarkan data bahwa lulusan SLTA yang dapat melanjutkan pendidikan  ke perguruan tinggi hanya sekitar 40 persen dan selebihnya tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dan tidak dapat diserap di dunia kerja. Keunggulan lain dari SMK adalah  mengajarkan untuk hidup mandiri sejak dini dengan memberi contoh bahwa seseorang bisa saja menggapai jenjang pendidikan sarjana sembari bekerja dengan tidak bergantung atau membebani orang tua.

Jadi  sekolah di SMK pun kita bisa mengenyam pendidikan formal tertinggi sepanjang kita ada niat dan kesungguhan. Terlebih lagi apabila mutu pendidikan SMK ditingkatkan dengan pembenahan terhadap persoalan yang dihadapi. Pembenahan terhadap kurikulum pendidikan yang  memberikan kemampuan dasar dan ketrampilan  minimal, menerapkan konsep belajar tuntas sehingga membentuk karakter kreatif, mandiri dan demokratis. Terlebih lagi dengan mengajak Lembaga Swadaya Masyarakat, paguyuban ataupun kelompok pakar di Daerah maupun Nasional  untuk urun rembuk tentang konsep dan strategi pendidikan  tentunya dengan tujuan pendidikan  yang  mencetak wirausahawan baru.

Untuk meyakinkan tetangga saya tentang SMK dan jenjang pendidikan ke depan yang bisa dicapai akhirnya sayapun bercerita tentang pengalaman pribadi, bahwa saya sekolah jauh ke Bogor adalah untuk bersekolah di SMK  jurusan perikanan yang mendapat kemudahan beasiswa, kemudian menyelesaikan sarjana Strata 1 sambil bekerja dan akhirnya mendapat  Beasiswa dari  Program Beasiswa Unggulan Mandiri Depdiknas untuk jenjang Srata 3 (Doktor) jurusan Biologi Kelautan di Thailand. Tidak lupa saya bercerita tentang Program Beasiswa Unggulan Depdiknas yang mencoba menyentuh potensi-potensi yang ada di masyarakat dengan menyediakan Beasiswa untuk Peneliti, Pencipta, Penulis, Seniman, Wartawan, Olahragawan dan Tokoh (P3SWOT) bahkan orang cacatpun berhak dan bisa  mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

Mengutip pernyataan DR. AB Susanto (Koordinator Bea Siswa Unggulan) :”Sesungguhnya apabila ada program beasiswa yang lebih mudah didapatkan  dan menyentuh masyarakat ekonomi lemah di pedesaan dan melalui program apapun namanya, banyaklah potensi anak Desa atau anak Bangsa yang bisa mengenyam pendidikan lebih  tinggi”.

”ayo sekolah..!!” dan semoga tujuan pendidikan dan seperti yang dicanangkan oleh UNESCO yaitu : (1) learning to know ( belajar untuk mengetahui), (2) learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu), (3) learning to be (belajar untuk menjadi seseorang) dan (4) learning to live to gether (belajar untuk menjalani kehidupan bersama) bisa tercapai.

kelebihan SMK dibanding SMA


Akhir-akhir ini di televsi sering sekali ada iklan dari Departemen Pendidikan yang menggalakkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).  Saat ini memang SMK banyak peminatnya karena dengan sekolah di SMK para siswa dibekali ketrampilan. Selain itu juga para siswa mendapat pekerjaan adaptif maupun normatif seperti yang didapat bila sekolah di SMU.  Kelebihan sekolah di SMK sebelum lulus para siswa diberi kesempatan Praktek Kerja Lapangan atau PKL, disini mereka akan mengasah kemampuan mereka yang didapat dari sekolah.  Umumnya para siswa akan dilepas didunia kerja rata-rata antara 3 sampai 6 bulan.  Seperti Kuliah yang ada istilah Magang, ya menurut saya hampir-hampir mirip.  Pada Kelulusan pun Siswa di SMK diharuskan membuat sebuah karya atau disebut Tugas Akhir (TA) yang nantinya dijadikan penilaian sampai sejauh mana penguasaan keahlian setelah selama 3 tahun belajar.
Oleh karena itu siswa SMK bisa dikatakan setelah lulusan siap masuk di dunia kerja.  Dengan kemampuan yang dimiliki Perusahaan yang merekrut mungkin tidak akan kesulitan melatih mereka, karena memang sudah ada bekal yang dibawa dari sekolah.  Selain itu dengan Ketrampilan yang telah ditumbuhkan dari SMK para siswa  setelah lulus bisa membuka usaha sendiri atau berwiraswasta. Misal membuka bengkel mobil/motor yang dari Jurusan Otomotif, Bengkel Bubut/Alat-alat Perkakas dari Jurusan Mesin Perkakas/Las, ada juga Reparasi alat elektronik dari Jurusan Elektronik.  Bahkan untuk saat ini kemampuan lulusan SMK lebih maju lagi sudah ada jurusan Teknik Informatika atau Teknik Komputer, saat ini yang sedang ngetrend.  Beberapa teman yang saya temui lulusan SMK Teknik Informatika yang kuliah lagi nilai absen mereka jeblok sampai Semester 3 atau 4, karena pelajaran itu sudah mereka dapatkan di Sekolah :-) , jadi jarang datang kuliah tapi saat ujian hasilnya lumayan.
Mungkin karena beberapa kelebihan SMK di atas Pemerintah merekomendasikan sekolah di SMK. Karena dengan ketrampilan yang sudah dimiliki bisa dijadikan usaha untuk menekan pengangguran bahkan bisa untuk menciptakan lapangan kerja.  Karena di SMK hampir semua bidang ada, mulai dari Konstruksi Bangunan, Perkayuan, Listrik, Otomotif samai komputer ada.  Jadi tergantung minat siswa untuk memilih dan mengembangkan sesuai bakat dan kemana mereka selanjutnya akan melangkah. Namun beberapa masyarakat berpandangan negatif dengan istilah menekan pengangguran. Beberapa orang menganggap bahwa lulusan SMK hanya akan mejadi karyawan atau buruh untuk selamanya.  Mereka menginginkan anak-anak mereka untuk menjadi orang yang bekerja enak atau mingkin kantoran atau jadi bos.  Anggapan itu mungkin hanya dilontarakan oleh orang-orang yang secara materi berada, tapi itu ya udah urusan mereka sendiri, yang pasti kita sekarang melihat realita masyarakat indonesia pada umumnya saja.  Tapi toh tidak jarang dari kalangan orang berada pun menyekolahkan anaknya di SMK karena mereka yakin di SMK akan mendapat sesuatu yang lebih dari pada “Bukan SMK”.  Dan selain itu pengalaman saya semasa sekolah dulu, sering beberapa orang tua yang anaknya sekolah di “Bukan SMK” mengecap SMK adalah sekolah kumpulan anak-anak nakal.  Karena sering menemui yang paling banyak nongkrong di terminal, bolos kebanyakan siswa SMK :-) .  Yah.. itu penilaian masyarakat saja karena tidak semua sependapat (dulu). Sekarang dengan gencarnya iklan di televisi mudah-mudahan akan merubah pemikiran dari beberapa masyarakat tersebut.
Yang jelas saya setuju dengan program pemerintah ini, mudah-mudahan dapat memajukan bangsa ini.  Apalagi nanti bila negara ini mulai mempertimbangkan skill bukan hanya ijazah dalam  dunia kerja